Cari Artikel Blog Ini

Total Tayangan Halaman

"LARBO" KUCINGKU SAYANG, KUCINGKU MALANG

Sebenarnya keberadaan kucing dirumah pada awalnya kurang disukai disamping suka berak sembarangan juga admin memiliki sejarah waktu kecil dulu yang membuat kesukaan terhadap hewan kucing jadi terhalang.
Kebetulan di sekolah ada seekor anak kucing yang terlantar dalam keadaan kekurangan gizi yang parah karena dari pengamatan kurang lebih seminggu anak kucing tersebut tidak makan.
Entah karena sebab apa, timbul keinginan untuk mengambil anak kucing tersebut dengan tujuan untuk dipelihara.
Sesampai dirumah barulah tahu bahwa anak kucing tersebut memiliki kelemahan dalam beberapa hal.
  1. Penglihatan yang kurang awas (hampir buta) yang dalam bahasa Sambas disebut "Bular."
  2. Kelakuan sehari-hari tidak menunjukan seperti anak kucing pada umumnya, dia sedikit "Bodo"
  3. Dari dua kekurangan diatas kami namai anak kucing itu dengan sebutan "Larbo" atau Bular dan \"Bodo"
  4. Memiliki kaki yang kurang normal, terlihat waktu dia makan kaki depan ga bisa dipakai untuk memegang makanan
  5. Jika kakinya terkena air, dia sering terpeleset saat berdiri apalagi waktu jalan atau lari.
  6. Kedua kaki belakang jaraknya terlalu berdekatan yang akibatnya Larbo sering jatuh ketika belok saat lari.
Setelah dipelihara selama lebih kurang 2 bulan "Larbo" menjadi kelihatan lebih baik dan sehat hanya tetap dengan segala kekuranganya.
Dibawah ini merupakan keadaan "Larbo" sewaktu masih sehat.









"Larbo" memiliki kebiasaan minum di tempat cuci pakaian yang tanpa disadari deterjen turut masuk kedalam perut"larbo" Akibatnya sangat fatal. Larbo mengalami keracunan sehingga dia mengalami sakit yang cukup serius. Pada waktu postingan ini dibuat, Larbo tidak mau makan sehingga badanya sangat kurus dan lemah. Dia hanya terbaring lesu sambil sesekali terlihat dia sangat kesakitan karena dibagian perutnya terjadi pembengkakan yang menurut dokter hewan akibat dari adanya pembengkakan pada bagian usus. Sekarang "larbo" hanya mengandalkan air campuran gula dan garam (oralit) agar terhindar dari dehidrasi. Foto dibawah ini merupakan kondisi "Larbo pada hari Kamis., 20 Desember 2012 yang diambil sesaat sebelum post ini dibuat

Sebagai kucing kesayangan kami sekeluarga, tentunya kami mengharapkan "Larbo dapat pulih kembali seperti biasa, bermain seperti biasa, dan makan yang banyak seperti biasa. "Larbo", kami sekeluarga menyayangimu...!!! Sembuhlah "Larbo"...
seminggu setelah ditangani Dokter Hewan Larbo sembuh. Dia kembali bermain seperti biasa, makan yang banyak seperti biasa. Kami sekeluarga merasa senang dan bahagia melihat kesembuhan Larbo.
Pada tanggal 17 April 2013, Larbo melahirkan anak 2 ekor. Sayang dengan keterbatasan yang dimiliki Larbo, dia tidak tahu harus diapakan setelah kedua anaknya lahir.
Selaput pada kedua anaknya dibiarkan tanpa usaha apapun dari Larbo dan itu mengakibatkan kedua anaknya lemas karena tertutup selaput sehingga berakhir maut bagi keduanya. 
Walau masih tertutup selaput, kedua anak larbo terlihat cantik-cantik, si Sulung memiliki ekor panjang dan si Bungsu memiliki ekor pendek seperti Larbo. Mereka hanya diam seribu bahasa tanpa sempat menikmati indahnya kehidupan dunia .
Melihat kedua anaknya seperti iu, Larbo tidak menunjukan reaksi apapun, hanya dalam sehari itu dia sering memanggil kedua anaknya dengan suara khas dari seekor kucing yang kehilangan anaknya.
Larbo kucingku sungguh malang nasibmu...!!!
Apalagi yang harus keperbuat agar hidupmu sama seperti kucing-kucing lain...???
Larbo kembali melahirkan 2 ekoranak dalam keadaan normal  warna kuning dan putih (Uping dan Bonang)

Berikut daftar anak Larbo :
  1.  Uping (diminta remen, katanya dah mati )
  2. Bonang (sekolah di pasar Sambas
  3. Toyot (mati karena sakit )
  4. Someng ( sekolah di pasar Sambas )
  5. Toyot 2 ( sekolah di pasar Sambas )
  6. Uping 2 (sekolah di RSUD Sambas )
  7. Belang ( sekolah di RSUD Sambas )
  8. Kunduk ( sempat hilang dua bulan tapi sekarang sudah kembali )
  9. Koneng  (masih dirumah )
  10. Bo'jang  Masih dirumah )
Hari nini Jum'at tanggal 4 November  2016, Larbo terlihat sakit setelah menghilang satu hari. Kelakuannya seperti selalu ketakutan dan tidak mau makan. Dia hanya tidur sepanjang hari.
Apakah itu pertanda Larbo telah cukup menjalani masa hidupnya atau betul-betul sakit...?

Jika artikel ini bermanfaat..? Bagikan lewat :


BACA JUGA ARTIKEL DIBAWAH INI



Comments
2 Comments

2 komentar :

Ar royyan Dwi Saputra mengatakan...

Bagi saya kalau ketemu dengan kucing dan mendekati saya maka saya teriak atau lari.
Sebenarnya saya teriak atau lari bukan karena Takut dengan Kucing.
Saya teriak atau lari karena saya merasa Geli melihat Kucing. Sehinga seindah apapun rambut Kucing, saya belum berani memegang Kucing
Kalau disuruh pegang Larbo, mendingan saya tancap gas, Lariii......................

boesta mengatakan...

Benar2 Kucing Malang, sama kaya kucing saya yang gak tau kemana sekarang.. salam kenal ya, tu fotonya gak jelas karena templatenya gelep mas. :)

Posting Komentar

Ceritakan keberhasilan/kegagalan anda setelah mencoba Tutorial Blogger pada kotak komentar. Kritik dan Saran juga boleh asal sifatnya membangun...!!!