Cari Artikel Blog Ini

Total Tayangan Laman

AWARD KISAH KASIH SAUDARA KANDUNG

Sebuah award istimewa yang datang dari Gusti hana . Award itu khusus sebagai ucapan terima kasih pada pengunjung yang telah ber- komentar pada post "kisah nyata" dengan judul "Aku Mencintai Kakak Kandung-ku" .
Terima kasih pada Gustihana yang telah memberikan awardnya, juga tidak lupa kepada Donni dan Lia untuk tetap teguh dalam menerima segala cobaan karena kita sama-sama tahu "Tuhan tidak akan memberikan cobaan diluar kemampuan kita sebagai hamba-Nya".
Seperti apa sih ceritanya...?? Silahkan anda simak...!!!




Aku Mencintai Kakak Kandung-ku

Bolehkah kita berbagai sedikit mengenai kehidupan kita?, bolehkah kita mengeluh tentang semua kehidupan kita?, bolehkah semua orang ikut merasakan apa yang kita rasakan?, bolehkah kita mendengar pendapat dan saran dari semua orang yang mengetahui tentang cerita mengenai kehidupan kita?.


Ada salah satu sahabat yang membaca artikel saya mengenai My Love dan Renungan, ia berkata Nice Post Sobat…, dan dari komentnya dia mengenai artikel saya, ia mengatakan juga di Shoutmix…, bolehkah saya berbagi sedikit mengenai cerita kehidupan saya?, karna saya tidak tahu harus bercerita kepada siapa?, dan saya pun mengatakan saya akan siap mendengar tentang cerita kehidupan anda selama anda merasa nyaman untuk berbagi dengan saya.

Dan setelah itu ia mengatakan apa saya boleh tahu alamat email anda?, saya ingin menulis dan membagikan cerita saya kepada anda lewat email, anda juga boleh mempublikasikan cerita saya ini kepada semua orang, dan kalau boleh juga saya minta saran anda serta saran dari teman – teman sesama Blogger. Dan saya mengatakan…, dengan senang hati jika anda tidak keberatan saya akan mempublikasikanya dan meminta saran dari teman – teman Blogger untuk anda…

Sejak perkenalan saya dengan dia di Shoutmix dan ia mengatakan ingin berbagi bersama saya tentang kehidupan dia, dan sejak saat itu juga kita tidak pernah lagi komunikasi lewat Shoutmix alias hilang entah kemana, no HP dia pun saya tidak tahu…

Selang beberapa hari kemudian, ada sebuah email masuk di kotak inbox Gmail saya, ternyata email dari sahabat yang tidak mau di sebutkan namanya…

Awalnya ia bercerita mengenai siapa dia sebenarnya, asal dari mana, nama siapa, umur berapa dan juga mengenai kegiatannya sehari – hari.

Sempat kaget awalnya membaca email dia, saya sempat berpikir sejenak…, ternyata benar – benar ada kisah seperti ini.

Setelah semua ia jelaskan mengenai siapa dia, ia mengatakan salam kenal dari saya untuk Gusti & Hana, saya doakan hubungan kalian akan menjadi seperti yang kalian berdua harapkan selama ini…, spontan kata Amin keluar dari mulut saya setelah membaca kalimat yang ia ucapkan kepada saya.

Dan setelah itu ia mengatakan salam bahagia untuk semua Peblogger Indonesia, maju terus, teruslah berkarya dalam dunia Blogger…

Sebut saja saya Donni ( nama samaran ), umur saya 25 thn, saya lahir dari keluarga berada, saya anak terakhir dari tiga bersaudara, kakak saya yang pertama perempuan bernama Lia ( nama samaran ) dan yang ke dua juga perempuan bernama Lisa ( nama samaran ). Kami hidup sangat berkecukupan, Ayah saya bekerja di salah satu perusahaan terkenal di Bandung dengan posisi yang sangat bagus dan Ibu saya selalu sibuk mengurus restoran yang di dirikannya sekitar 2 tahun lalu.

Awalnya kehidupan saya seperti lelaki normal lainya, saya sangat hobi berolah raga, saya sangat menyukai olah raga basket, dan saya adalah salah satu pemain Kobatama untuk klub basket di Bandung. Hari – hari saya lewati seperti pemain basket pada umumnya, selalu bermain dan berlatih di klub.

Kakak saya yang bernama Lisa selalu hadir di setiap pertandingan saya, tanpa terkecuali ia selalu ada di manapun saya berada, dia selalu mendampingi saya kemanapun saya pergi. Itu adalah mandat dari orang tua saya, yang mengatakan saya harus di temani oleh kakak saya Lisa.

Hari demi hari saya lewati dengan bermain basket dan kakak saya Lisa selalu ada di setiap pertandingan atau pun saat latihan. Dia yang menyiapkan seluruh perlengkapan saya, mulai dari sepatu, baju dan lainya. Awalnya saya sangat senang di perhatikan oleh kakak saya Lisa, kami selalu bepergian berdua di saat tidak ada pertandingan atau pun latihan.

Dua tahun berselang, kakak saya Lisa masih setia menemani saya, hanya dia satu – satunya wanita yang ada menemani saya selama dua tahun belakangan ini.

Awalnya perasaan saya biasa saja, layaknya perasaan adik kepada kakaknya, tapi entah mengapa ada yang aneh dalam diri saya. Saya mulai menyukai kakak kandung saya itu ( God…, Please Help Me ), saya pun tidak ingat kapan pastinya perasaan ini muncul dalam diri saya. Setiap hari saya selalu memperhatikannya, kadang saya curi – curi pandang hanya untuk ingin melihatnya. Seiring waktu berjalan perasaan ini semakin kuat, semakin ingin memilikinya, tapi terkadang saya ingat bahwa Lisa adalah kakak kandung saya, dan tidak mungkin saya mencintai kakak kandung saya sendiri dan itu tidak boleh terjadi.

Setiap hari perasaan ini sangat menyiksa saya, sampai – sampai saya tidak bisa konsentrasi dalam bermain basket dan di dalam latihan.

Pernah suatu ketika kakak saya Lisa tidak hadir dalam pertandingan saya, saya betul – betul tidak ada semangat untuk bermain, sampai – sampai pelatih saya marah – marah dan akhirnya saya di ganti oleh pemain cadangan.

Kakak saya Lisa sudah dua hari tidak menemani saya, ia sakit demam berdarah, dan sedang opname di rumah sakit. Waktu itu tanpa pikir panjang lagi, dan tanpa memberitahukan kepada pelatih saya, saya langsung menuju ke rumah sakit di mana kakak saya di rawat. Jujur, saya betul – betul senang setelah melihat dia, karna sudah dua hari saya tidak melihat dia.

Setelah kami mengobrol sedikit, saya menatap mukanya dan ia pun membalas dengan menatap saya, ia bertanya pada saya, kenapa kamu melihat saya seperti itu dek…?, saya hanya tersenyum waktu ia menanyakan itu. Akhirnya saya pun menjawab, ach… tidak apa – apa kak, saya hanya kangen sama kakak, karna sudah dua hari ini saya tidak melihat kak Lisa, oww…, gitu ya dek, kak Lisa kirain kenapa. Gimana pertandinganmu hari ini?,sukses?, tanya kak Lisa. Saya pun menjawabnya sukses kak, semuanya berjalan sesuai arahan dari pelatih.

Lama kami berbincang akhirnya entah kenapa kami sama – sama terdiam. Saya pun tidak tahu dan tidak menyadari, akhirnya saya mencium kakak saya sendiri waktu itu dan ia pun membalasnya. Entah setan dari mana yang telah merasuki saya waktu itu, benar - benar saya tidak sadar.

Ohh Tuhan, saya telah berdosa, saya telah berdosa, hanya kata – kata itu yang ada dalam hati saya setelah menciumnya.

Selang beberapa menit, saya pun langsung keluar dari ruangan kakak saya di rawat, tanpa mengatakan sesuatu.

Dalam perjalanan pulang, hati saya gelisah terus, saya tidak tahu jika nanti bertemu dengan kakak saya, apa yang harus saya katakan padanya. Pikiran ini terus datang sampai kakak saya Lisa keluar dari rumah sakit.

Satu minggu kemudian kakak saya keluar dari rumah sakit, saya tidak berani menemuinya saat itu. Jujur, saya benar – benar takut, saya benar – benar tidak tahu harus bagaimana.

Malam harinya tgl 23 Des 2008, sekitar Pk. 01.32, kakak saya masuk ke dalam kamar saya. Ia langsung mengatakan…, dek…, kejadian kemaren di rumah sakit anggap tidak pernah terjadi ya, anggap saja kakak khilaf, anggap saja itu semua kesalahan kakak ya dek…

Setelah mendengar apa yang di katakan kak Lisa itu, saya hanya diam, saya tidak bisa berbicara apa pun saat itu, saya hanya memandang wajahnya yang saat itu sedang meneteskan air mata. Saya benar – benar bingung…, entah harus berbicara apa saat itu.

Sungguh menyesal saya atas kejadian di rumah sakit waktu itu, benar – benar menyesal.

Tak lama setelah kakak saya mengatakan itu, ia pun keluar dari kamar saya dengan meneteskan air mata. Tapi…, tidak sampai satu menit dan saya pun masih belum bisa berfikir atas apa yang barusan kakak saya katakan tadi, dia kembali masuk ke kamar saya dan mengatakan sambil meneteskan air mata…, dek…, meski kak Lisa menyukaimu…, meski kak Lisa mencintaimu…, dan biar pun langit terbelah menjadi dua, kita tidak akan bisa saling mencintai dek…, kita tak akan bisa bersama dek…

Sungguh…, kata – kata kak Lisa membuat saya menangis, menangis mendengarnya…

Akhirnya saya pun memberanikan diri untuk berbicara, kak…, saya pun mencintai kakak…, sudah lama saya merasakan ini kak, sudah lama rasa ini menyiksa saya kak, sudah lama kak… Kak…, andaikan kak Lisa tahu gimana saya waktu kak Lisa di rumah sakit waktu itu, saya tersiksa tidak ada kakak…

Sudah dek, gak perlu kamu jelasin ke kakak, besok kamu cari pengganti kakak ya dek, kakak gak mau lagi nemani kamu.

Ini baru kali pertama saya melihat kak Lisa menangis seperti itu, benar – benar gak pernah saya bayangin akan jadi seperti ini.

Beberapa hari kemudian, saya meminta ijin ke Ayah saya, saya mengatakan saya ingin kost, saya ingin belajar mandiri, itu alasan saya untuk menghindar dari kak Lisa.

Sampai sekarang kak Lisa belum mempunyai pacar, dia sering murung, sering menyendiri. Ini salah saya, ini adalah dosa saya, coba waktu itu saya tidak mencium kak Lisa, mungkin tidak akan menjadi begini.

Saya pun sampai sekarang belum mempunyai pacar, saya masih mencintai kak Lisa, saya masih memikirkan kak Lisa setiap hari.

Sampai dengan hari ini saya menuliskan email, kak Lisa masih murung, masih suka menyendiri, ini semua karna saya dan karna cinta kami berdua…

Apa yang harus saya lakukan…?.

Maaf…, Tuhan itu tidak adil, kenapa saya dan kak Lisa harus merasakan ini…?, kenapa kami di lahirkan dalam satu keluarga jika kami harus saling mencintai…?.

Untuk Gusti & Hana..., saya ucapkan terima kasih banyak sebelumnya, meski saya tidak tahu kapan cerita saya ini di publikasikan, tapi saya akan selalu melihat Blog anda berdua, saya akan terus melihat komentar – komentar yang ada di Blog anda, siapa tahu dengan komentar yang ada saya bisa mendapatkan masukan dan solusi.

Salam bahagia untuk anda berdua dan para pembaca, semoga tidak ada lagi orang – orang seperti saya, karna hanya sakit yang kami dapatkan.

catatan : Email ini di copy langsung dari kotak inbox Gmail saya, tanpa di edit sedikitpun isinya.

Cerita kisah nyata ini disalin sesuai dengan aslinya dari : http://gustihana.blogspot.com

Jika artikel ini bermanfaat..? Bagikan lewat :


BACA JUGA ARTIKEL DIBAWAH INI



Comments
4 Comments

4 komentar :

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

Awardnya kayak piala oscar,... keren. Selamat sobat.

Santai Disini bersama saya Jianto mengatakan...

wah bener-bener nih kisah cintanya terlarang nih, sambil baca denger lagunya the virgin pas banget...
gak boleh tuh sodara kandung seperti hal tsb diatas....
untung keduanya cepat2 tersadar dari kekhilafan.
bagus deh..... semoga mereka berdua diberi jalan yang terang...

peace mengatakan...

wah selamat ya kan,tambah semangat bikin artikel baru ya,sukses selalu.salam indonesia damai.

Stop Dreaming Start Action mengatakan...

selamat y masss atasz awardnya...
btw syarat2nya apa az tuh mas??
jd pengen nieee

Poskan Komentar

Ceritakan keberhasilan/kegagalan anda setelah mencoba Tutorial Blogger pada kotak komentar. Kritik dan Saran juga boleh asal sifatnya membangun...!!!