Cari Artikel Blog Ini

Total Tayangan Laman

SUNGAI SAMBAS PEMBAWA BERKAH

Kota Sambas yang juga dikenal dengan julukan Serambi Mekah terbagi menjadi 2 bagian yang dipisahkan oleh Sungai Sambas Kecil (disebut Sungai Sambas Kecil karena ada dua Sungai Sambas yaitu Sungai Sambas Besar dan Sungai Sambas Kecil).
Bagi masyarakat Sambas, Sungai merupakan sarana vital yang keberadaannya selalu menyatu dengan kehidupan dan aktifitas masyarakat Sambas. Sungai Sambas sebagai sumber air, tempat mencari nafkah, sarana transfortasi dan aktifitas-aktifitas lainnya.
Jika kita melihat dan mengamati lebih dekat, Sungai Sambas selalu disibukkan oleh aktifitas masyarakat Sambas. Terlihat ada sekelompok orang sedang memancing udang yang juga sebagai mata pencaharian bagi beberapa kelompok masyarakat. Di lain tempat sekelompok ibu-ibu sedang mencuci pakaian dan serombongan anak sedang bersukaria sambil mandi bersama. Sementara, motor air hilir mudik, ada yang mengangkut penumpang, mengangkut hasil bumi atau hanya sekedar jalan-jalan, dan keperluan lainnya yang menggunakan motor air. Ditempat lain pula sekelompok masyarakat sedang antri menunggu penumpang yang akan menyeberang sungai dengan menggunakan perahu (disebut dengan istilah penambang).
Aktifitas masyarakat diatas merupakan sebagian dari pemanfaatan Sungai Sambas dan bagi masyarakat Sambas, Sungai Sambas sebagai pembawa berkah.
Sayang.....sungai yang selalu memberikan manfaat bagi warganya, pada kahir-akhir ini mulai menimbulkan masalah akibat dari beberapa aktifitas warga yang dinilai kurang bertanggung jawab sehingga kalau hal itu terus berlanjut, Sungai Sambas yang tadinya pembawa berkah, dapat menimbulkan hal sebaliknya.

Aktifitas masyarakat yang dapat menggangu kelestarian Sungai Sambas diantaranya :
  1. Di daerah hulu Sungai masih banyak hutan rimba yang memiliki kekayaan alam berupa kayu. Semakin lama hutan rimba tersebut semakin berkurang karena pemanfaatan kayu (umumnya sebagai bahan bangunan), tidak disertai dengan perbaikan hutan, misalnya : mengambil kayu dengan sistem tebang pilih atau dengan sistem penanaman kembali (reboisasi). Kita semua tahu resiko yang akan kita hadapi adalah berupa banjir dan peristiwa itu pada beberapa kawasan, banjir merupakan peristiwa langganan setiap tahun.
  2. Juga di bagian hulu sungai terdapat daerah yang mengandung logam mulia (mas) yang oleh masyarakat tertentu dijadikan sebagai mata pencaharian. Sayangnya tehnik yang mereka gunakan (memakai mesin dongpeng untuk mengambil mas) membawa efek yang tidak baik bagi air sungai sehingga air sungai yang tadinya bening berubah menjadi keruh (berwarna kuning) bercampur dengan tanah.
  3. Penanaman kelapa sawit secara besar-besaran jika dilihat dari segi ekonomi sangat membawa keuntungan bagi masyarakat petani. Namun diluar itu ada bahaya besar mengancam (dikutip dari salah satu situs yang membahas tentang bahayanya penanaman kelapa sawit secara besar-besaran). Dengan alasan kelapa sawit merupakan jenis tumbuhan yang rakus akan air sehingga disekitarnya, tumbuhan lain sulit untuk hidup dan jika kelapa sawit menua dan mati, tanah bekas kebun kelapa sawit akan menjadi gersang. Akibat lanjutannya, jika terjadi hujan tidak ada yang menyeap air dan tentu akan menimbulkan banjir.
  4. Yang tidak kalah pentingnya adalah aktifitas warga di sekitar sungai. Mereka selalu membuang limbah rumah tangga ke aliran sungai. Limbah itu bisa berupa : sampah, air bekas cucian yang mengandung diterjen, bangkai binatang, kaca, kaleng bekas dan lain-lain. Jika hal itu berkelanjutan dilakukan oleh masyarakat, lama kelamaan air sungai akan menjadi air yang tidak layak pakai (polusi air).

Empat contoh diatas, merupakan sebagian dari aktifitas masyarakat yang dapat menjadikan sungai Sambas kehilangan berkahnya. Tentu kita berharap apa yang tertuang dalam tulisan ini tidak akanmenjadi suatu kenyataan.

Akhirnya, marilah kita bersama-sama, baik utuk pihak Pemda, masyarakat maupun individu menjaga kelestarian Sungai Sambas sehingga selalu membawa berkah sampai ke anak cucu kita di masa mendatang. Semoga...Amin.




Jika artikel ini bermanfaat..? Bagikan lewat :


BACA JUGA ARTIKEL DIBAWAH INI



Comments
0 Comments

0 komentar :

Posting Komentar

Ceritakan keberhasilan/kegagalan anda setelah mencoba Tutorial Blogger pada kotak komentar. Kritik dan Saran juga boleh asal sifatnya membangun...!!!